Rabu, 07 Januari 2015

REKAYASA TEKS PUISI KE CERPEN

“IBU”
KARYA
 CHAIRIL ANWAR
Pernah aku di tegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarahi
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai
Ibu………..
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah
Ibu………….
Setiap kali aku terselip
Dia hokum aku dengan nasehat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam yang sepi dan bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukur pada tuhan
Namun…….
Tak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu
Ibu…..
Aku sayang padamu
Tuhanku
Aku bermohon padamu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…….















“IBU”
            Gubrak aduh sakit aduh ahhhh “ aduh chairil kamu gak papa kan makanya tadi kan ibu udah bilang jangan naik naik ke atas kamu masih aja naik udah sana mandi dulu” gak ah aku mau maen dulu anak itu lari dengan cepat ke luar rumah padahal senja sudah tiba”chairil udah mau magrib aduh ini anak gak bisa di bilangin ya chairil chairil” ucap ibunya namun anak itu tetap saja lari ke luar dan main bersama teman-temannya
            “Ibu ibu sakit nih kaki tadi main bola jatuh bu aduh aduh” ringis chairil sambil memegangi kakinya yang lecet dan mengeluarkan dara “ makanya tadi kan udah ibu bilang jangan main ke luar kalau udah magrib jadinya begini kan “ iya ibu maaf “ yasudah sini ibu obati  “chairil ayo bangun sudah subuh ini kamu sholat subuh dulu sana mandi lalu siap-siap sekolah”
namun chairil tidak bangun bangun matahari sudah mulai meninggi namun chairil tak juga bangun ibunya Nampak kesal karna sudah berkali kali di bangunkan namun tak bangun bangun “chairil kamu sudah mimpi sampai mana kok gak bangun bangun ayo bangun besok lanjutkan lagi ya” ucap ibu nya lembut berulang kali hingga akhirnya chairil bangun “ iya iya bu aku ngantuk banget capek nih bu” makanya kalau udah malem jangan main main terus ya
            “permisi bu saya ibunya chairil bu” oh ya masuk masuk bu silakan  di dalam ruangan itu chairil tampak sedih dan ketakutan “chairil kenapa katanya kamu berantem ya sama temen kamu  kok bisa sih kan ibu bilang jangan nakal” lagian ibu dia ngejek aku dia bilang aku gal punya apa apa bu ucap chairil membela diri “inget ya apa yang ibu bilang biarkan orang mengejek kita sekarang tapi kita tunjukan bahwa kita bisa lebih baik dari dia itu yang harus kamu lakukan chairil” ucap ibunya tenang “ iya bu iya”
            Ya begitulah chiril seorang anak kecil nakal yang berprestasi namun ia sering kali terlibat masalah namun senakal-nakal nya ia tetap lah seorang anak manja ia sering kali meminta mainan dan hal-hal lainnya yang terkadang membuat sang ibu nya  untungnya ia memiliki seorang ibu yang baik hati dan penyabar
            Suatu ketika chairil kabur dari rumah ibu dan keluarganya mencari-cari kemana-mana dari pulang sekolah chairil tak pulang-pulang untuk ukuran anak SD tentunya hal yang tidak mungkin terjadi sehingga membuat panic seluruh keluarganya dan ternyata saat keluarga nya sudah hampir frustasi dengan keadaan tersebut chairil tiba-tiba pulang ke rumah dan ternyata dia selama itu pergi ke tengah hutan untuk menulis sebuah cerita
            Jarang sekali anak kecil dari desa melakukan hal tersebut tapi chairil adalah anak yang berbeda dari anak kebanyakan dia adalah anak nakal manja namun special bagi ibu,keluarga dan teman-temannya

            Berkat prestasi nya itu akhirnya chairil di terima untuk masuk ke sebuah SMP favorit di kota hal itu awalnya membuat chairil bimbang karna ia merasa tidak ingin jauh-jauh dari ibunya namun ibunya tetap memaksa dan mengatakan
“chairil ibu yakin kamu bisa kalau kamu tidak mengambilnya itu berarti salah ibu karna tak bisa mendidik anak menjadi laki-laki yang mandiri”
Mendengar ibu nya berbicara seperti itu membuat ia tak punya pilihan lain sehingga membuat dia mau tak mau pergi ke kota dan tinggal di sebuah kosan namun ia meminta syarat bahwa ibunya harus selalu mengunjunginya
            Selama di SMP ia mulai mengenal banyak hal baru yang tentunya berbeda saat di SD maklum kali ini dia smp favorite yang berada di kota sikapnya yang berbeda dari mulai perkataan dan tingkah laku membuat ibunya khawatir
“chairil kau tidak sholat “
“nanti saja bu ah temen udah nungguin in”
Banyak hal yang berubah membuat ibu nya tentu saja khawatir apalagi ia takut bahwa chairil termakan arus pergaulan bebas ibu nya tentu saja tak tinggal diam dia berusaha mengingatkan namun namanya anak muda tak akan mudah untuk di beritahu dan di ingatkan sampai pada suatu hari
Brak suara motor terjatuh dan motor itu adalah motor yang di naiki chairil dan temannya untuk jalan-jalan chairil pun masuk rumah sakit mendengar hal itu ibunya yang masih di kampong langsung pergi ke kota untuk menjenguk dan merawat anak kesayangan nya ketika ibunya datang ke rumah sakit tentu saja chairil senang sekaligus takut karna ibunya pasti marah karna ia tak mendengar nasehat dari ibunya
“bu maaf ya bu maaf”
“kamu tak perlu minta maaf sayang yang salah ibu karna tak bisa mendidik mu menjadi anak yang baik maafkan ibumu ini ya”
“ibuuuuuuuuuu” chairil tak mampu lagi berbicara air mata nya menetes tanpa ia perintah menetes
“sudah sudah kamu tak perlu menangis yang penting kamu cepet sembuh dan bisa kembali seperti sebelumnya itu sudah cukup bagi ibu
Chairil tak bisa berkata kata lagi ia hanya bisa menangis


Sejak itu ia berubah ia menjadi anak yang jauh lebih rajin dari sebelumnya selalu sholat tak pernah meninggalkan ibadah wajib bahkan sunah sekalipun dan lebih berperilaku baik karna ia selalu ingat pesan ketika ia di rawat karna kecelakaan dulu
“nak kamu tau satu satunya alasan ibu masih hidup adalah ibu ingin melihat mu bahagia dan bisa menjadi orang yang beriman dan berguna bagi orang lain setelah semua itu telah mejadi kenyataan maka ibu bisa dengan tenang untuk menyusul dan bertemu lagi dengan bapak mu nak”
Itu adalah kata-kata yang tak akan bisa chairil lupakan sampai akhirnya ia di terima di SMA favorite di ibu kota berkat beasiswa dan keberhasilanya menjadi juara lomba menulis puisi dan cerpen hal itu awalnya membuat ia bingung ibunya sudah semakin tua kakak-kakaknya sudah sibuk dengan keluarga nya masing-masing sehingga ia tak ingin berjauhan dengan ibunya
Namun lagi-lagi ia dipaksa ibunya untuk mengambil beasiswa itu karna itu adalah kesempatan emas bagi chairil ibunya cumin berpesan jagalah diri tetap lah menjadi anak ibu yang baik ibu akan mengirimkan mu uang sebisa yang ibu bisa dan kalau ada kesempatan ibu akan mengunjungi mu nak
Choiril menjadi anak yang sangat baik dan pintar ia pun memiliki banyak teman dan sahabat berkat beasiswa yang ia terima ia bisa meringankan beban ibunya selain itu ia juga sudah mulai mencari uang sendiri demi membiayai hidupnya bahkan ia pernah mengirimkan sebuah surat ke ibu nya yang berisi
“bu kau tak perlu lagi mengirimkan aku uang aku sudah bisa menghasilkan uang sendiri dan itu cukup untuk ku gunakan lah uang yang ibu punya untuk ibu nanti kalau aku bisa akan kukirimkan uang untuk mu bu”
Surat itu pun dibalas oleh ibunya
“untuk anak ku sayang ibu senang mendengarnya namun ibu akan tetap mengirimkan mu uang karna itu adalah kewajiban ibu nanti kalau sudah saat nya baru ibu akan berhenti mengirimkan mu uang kau tak perlu mengirimkan ibu uang gaji ibu masih cukup kau gunakan lah uang itu untuk keperluan mu salam hangat dari ibu mu ini nak “
Chairil pun terus berusaha dengan giat agar bisa membanggakan ibu nya dan sebisa mungkin untuk mencari penghasilan dan juga berusaha mencari beaiswa agar nanti ketika kuliah bisa mendapat beasiswa dan berkat prestasinya yang baik ia pun di terima di Universitas Negeri Jakarta jurusan sastra Indonesia lewat jalur undangan namun ia sengaja tak memberitahu ibunya terlebih dahulu karna ia ingin memberikan kejutan selain itu beberapa hari lagi aka nada acara diaman ia terpilih menjadi penulis muda terbaik dan penulis muda paling berbakat berkat karya karya nya nah rencananya ia ingin mengundang ibunya untuk datang ke acara tersebut ia pun sudah menyiapakan puisi untuk ibunya yang akan ia bacakan ketika ia mendapat penghargaan
Namun sampai hari H saat acara berlangsung ibunya tak kunjung membalas surat yang ia berikan namun is tetap yakin bahwa ibunya akan datang paraq sahabat dan guru yang mendampingi melihat kegelisahan dalam diri chairil mereka pun berusaha menyemangati dan menengkan chairil dan mengatakan bahwa ibunya pasti akan datang
Ketika acara dimulai dan sampai pada acara puncak dimana ia akan mendapat pengahargaan tiba-tiba saja guru yang menemani chairil mendapat sebuah telpon dari pihak sekola awalnya guru itu tidak mau memberitahu chairil apa yang terjadi namun setelah mendapat masukan dari teman-teman choiril bahwa akan lebih baik chairil tau sekarang akhirinya guru itu pun memberitahu chairil dan peristiwa tersebut tepat terjadi saat namanya di panggil ke atas panggung

Dengan wajah dan hati hancur ia terpaksa naik ke atas panggung ketika naik dan menerima penghargaan ia masih bisa menjaga perasaan nya namun ketika ia mendapat kesempatan untuk berbicara ia tak kuasa menahan tetes air matanya ia pun membacakan sebuah puisi tentang ibu dengan tetesan air mata yang tak kunjung berhenti dan suara yang menderu puisi yang sangat luar biasa karna di bacakan dari lubuj hatu yang paling dalam dan mendapat standing applause yang sangat luar biasa dari orang orang yang hadir di acara tersebut

0 komentar:

Posting Komentar