“IBU”
KARYA
CHAIRIL ANWAR
Pernah
aku di tegur
Katanya
untuk kebaikan
Pernah
aku dimarahi
Katanya
membaiki kelemahan
Pernah
aku diminta membantu
Katanya
supaya aku pandai
Ibu………..
Pernah
aku merajuk
Katanya
aku manja
Pernah
aku melawan
Katanya
aku degil
Pernah
aku menangis
Katanya
aku lemah
Ibu………….
Setiap
kali aku terselip
Dia
hokum aku dengan nasehat
Setiap
kali aku kecewa
Dia
bangun di malam yang sepi dan bermunajat
Setiap
kali aku dalam kesakitan
Dia
ubati dengan penawar dan semangat
Dan
bila aku mencapai kejayaan
Dia
kata bersyukur pada tuhan
Namun…….
Tak
pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir
di pipimu
Begitu
kuatnya dirimu
Ibu…..
Aku
sayang padamu
Tuhanku
Aku
bermohon padamu
Sejahterakanlah
dia
Selamanya…….
“IBU”
Gubrak
aduh sakit aduh ahhhh “ aduh chairil kamu gak papa kan makanya tadi kan ibu
udah bilang jangan naik naik ke atas kamu masih aja naik udah sana mandi dulu”
gak ah aku mau maen dulu anak itu lari dengan cepat ke luar rumah padahal senja
sudah tiba”chairil udah mau magrib aduh ini anak gak bisa di bilangin ya
chairil chairil” ucap ibunya namun anak itu tetap saja lari ke luar dan main
bersama teman-temannya
“Ibu ibu
sakit nih kaki tadi main bola jatuh bu aduh aduh” ringis chairil sambil
memegangi kakinya yang lecet dan mengeluarkan dara “ makanya tadi kan udah ibu
bilang jangan main ke luar kalau udah magrib jadinya begini kan “ iya ibu maaf
“ yasudah sini ibu obati “chairil ayo
bangun sudah subuh ini kamu sholat subuh dulu sana mandi lalu siap-siap
sekolah”
namun chairil tidak bangun
bangun matahari sudah mulai meninggi namun chairil tak juga bangun ibunya
Nampak kesal karna sudah berkali kali di bangunkan namun tak bangun bangun
“chairil kamu sudah mimpi sampai mana kok gak bangun bangun ayo bangun besok
lanjutkan lagi ya” ucap ibu nya lembut berulang kali hingga akhirnya chairil
bangun “ iya iya bu aku ngantuk banget capek nih bu” makanya kalau udah malem
jangan main main terus ya
“permisi
bu saya ibunya chairil bu” oh ya masuk masuk bu silakan di dalam ruangan itu chairil tampak sedih dan
ketakutan “chairil kenapa katanya kamu berantem ya sama temen kamu kok bisa sih kan ibu bilang jangan nakal”
lagian ibu dia ngejek aku dia bilang aku gal punya apa apa bu ucap chairil
membela diri “inget ya apa yang ibu bilang biarkan orang mengejek kita sekarang
tapi kita tunjukan bahwa kita bisa lebih baik dari dia itu yang harus kamu
lakukan chairil” ucap ibunya tenang “ iya bu iya”
Ya
begitulah chiril seorang anak kecil nakal yang berprestasi namun ia sering kali
terlibat masalah namun senakal-nakal nya ia tetap lah seorang anak manja ia
sering kali meminta mainan dan hal-hal lainnya yang terkadang membuat sang ibu
nya untungnya ia memiliki seorang ibu
yang baik hati dan penyabar
Suatu
ketika chairil kabur dari rumah ibu dan keluarganya mencari-cari kemana-mana
dari pulang sekolah chairil tak pulang-pulang untuk ukuran anak SD tentunya hal
yang tidak mungkin terjadi sehingga membuat panic seluruh keluarganya dan
ternyata saat keluarga nya sudah hampir frustasi dengan keadaan tersebut chairil
tiba-tiba pulang ke rumah dan ternyata dia selama itu pergi ke tengah hutan
untuk menulis sebuah cerita
Jarang
sekali anak kecil dari desa melakukan hal tersebut tapi chairil adalah anak
yang berbeda dari anak kebanyakan dia adalah anak nakal manja namun special
bagi ibu,keluarga dan teman-temannya
Berkat
prestasi nya itu akhirnya chairil di terima untuk masuk ke sebuah SMP favorit
di kota hal itu awalnya membuat chairil bimbang karna ia merasa tidak ingin
jauh-jauh dari ibunya namun ibunya tetap memaksa dan mengatakan
“chairil ibu yakin kamu bisa kalau kamu tidak
mengambilnya itu berarti salah ibu karna tak bisa mendidik anak menjadi
laki-laki yang mandiri”
Mendengar ibu nya berbicara seperti itu membuat ia tak
punya pilihan lain sehingga membuat dia mau tak mau pergi ke kota dan tinggal
di sebuah kosan namun ia meminta syarat bahwa ibunya harus selalu
mengunjunginya
Selama
di SMP ia mulai mengenal banyak hal baru yang tentunya berbeda saat di SD
maklum kali ini dia smp favorite yang berada di kota sikapnya yang berbeda dari
mulai perkataan dan tingkah laku membuat ibunya khawatir
“chairil kau tidak sholat “
“nanti saja bu ah temen udah nungguin in”
Banyak hal yang berubah
membuat ibu nya tentu saja khawatir apalagi ia takut bahwa chairil termakan arus
pergaulan bebas ibu nya tentu saja tak tinggal diam dia berusaha mengingatkan
namun namanya anak muda tak akan mudah untuk di beritahu dan di ingatkan sampai
pada suatu hari
Brak suara motor terjatuh
dan motor itu adalah motor yang di naiki chairil dan temannya untuk jalan-jalan
chairil pun masuk rumah sakit mendengar hal itu ibunya yang masih di kampong
langsung pergi ke kota untuk menjenguk dan merawat anak kesayangan nya ketika
ibunya datang ke rumah sakit tentu saja chairil senang sekaligus takut karna
ibunya pasti marah karna ia tak mendengar nasehat dari ibunya
“bu maaf ya bu maaf”
“kamu tak perlu minta maaf
sayang yang salah ibu karna tak bisa mendidik mu menjadi anak yang baik maafkan
ibumu ini ya”
“ibuuuuuuuuuu” chairil tak
mampu lagi berbicara air mata nya menetes tanpa ia perintah menetes
“sudah sudah kamu tak perlu
menangis yang penting kamu cepet sembuh dan bisa kembali seperti sebelumnya itu
sudah cukup bagi ibu
Chairil tak bisa berkata
kata lagi ia hanya bisa menangis
Sejak itu ia berubah ia
menjadi anak yang jauh lebih rajin dari sebelumnya selalu sholat tak pernah
meninggalkan ibadah wajib bahkan sunah sekalipun dan lebih berperilaku baik
karna ia selalu ingat pesan ketika ia di rawat karna kecelakaan dulu
“nak kamu tau satu satunya alasan
ibu masih hidup adalah ibu ingin melihat mu bahagia dan bisa menjadi orang yang
beriman dan berguna bagi orang lain setelah semua itu telah mejadi kenyataan
maka ibu bisa dengan tenang untuk menyusul dan bertemu lagi dengan bapak mu
nak”
Itu adalah kata-kata yang
tak akan bisa chairil lupakan sampai akhirnya ia di terima di SMA favorite di
ibu kota berkat beasiswa dan keberhasilanya menjadi juara lomba menulis puisi
dan cerpen hal itu awalnya membuat ia bingung ibunya sudah semakin tua
kakak-kakaknya sudah sibuk dengan keluarga nya masing-masing sehingga ia tak
ingin berjauhan dengan ibunya
Namun lagi-lagi ia dipaksa
ibunya untuk mengambil beasiswa itu karna itu adalah kesempatan emas bagi
chairil ibunya cumin berpesan jagalah diri tetap lah menjadi anak ibu yang baik
ibu akan mengirimkan mu uang sebisa yang ibu bisa dan kalau ada kesempatan ibu
akan mengunjungi mu nak
Choiril menjadi anak yang
sangat baik dan pintar ia pun memiliki banyak teman dan sahabat berkat beasiswa
yang ia terima ia bisa meringankan beban ibunya selain itu ia juga sudah mulai
mencari uang sendiri demi membiayai hidupnya bahkan ia pernah mengirimkan
sebuah surat ke ibu nya yang berisi
“bu kau tak perlu lagi
mengirimkan aku uang aku sudah bisa menghasilkan uang sendiri dan itu cukup
untuk ku gunakan lah uang yang ibu punya untuk ibu nanti kalau aku bisa akan
kukirimkan uang untuk mu bu”
Surat itu pun dibalas oleh
ibunya
“untuk anak ku sayang ibu
senang mendengarnya namun ibu akan tetap mengirimkan mu uang karna itu adalah
kewajiban ibu nanti kalau sudah saat nya baru ibu akan berhenti mengirimkan mu
uang kau tak perlu mengirimkan ibu uang gaji ibu masih cukup kau gunakan lah uang
itu untuk keperluan mu salam hangat dari ibu mu ini nak “
Chairil pun terus berusaha
dengan giat agar bisa membanggakan ibu nya dan sebisa mungkin untuk mencari
penghasilan dan juga berusaha mencari beaiswa agar nanti ketika kuliah bisa
mendapat beasiswa dan berkat prestasinya yang baik ia pun di terima di
Universitas Negeri Jakarta jurusan sastra Indonesia lewat jalur undangan namun
ia sengaja tak memberitahu ibunya terlebih dahulu karna ia ingin memberikan
kejutan selain itu beberapa hari lagi aka nada acara diaman ia terpilih menjadi
penulis muda terbaik dan penulis muda paling berbakat berkat karya karya nya
nah rencananya ia ingin mengundang ibunya untuk datang ke acara tersebut ia pun
sudah menyiapakan puisi untuk ibunya yang akan ia bacakan ketika ia mendapat
penghargaan
Namun sampai hari H saat
acara berlangsung ibunya tak kunjung membalas surat yang ia berikan namun is
tetap yakin bahwa ibunya akan datang paraq sahabat dan guru yang mendampingi
melihat kegelisahan dalam diri chairil mereka pun berusaha menyemangati dan
menengkan chairil dan mengatakan bahwa ibunya pasti akan datang
Ketika acara dimulai dan
sampai pada acara puncak dimana ia akan mendapat pengahargaan tiba-tiba saja
guru yang menemani chairil mendapat sebuah telpon dari pihak sekola awalnya
guru itu tidak mau memberitahu chairil apa yang terjadi namun setelah mendapat
masukan dari teman-teman choiril bahwa akan lebih baik chairil tau sekarang
akhirinya guru itu pun memberitahu chairil dan peristiwa tersebut tepat terjadi
saat namanya di panggil ke atas panggung
Dengan wajah dan hati hancur
ia terpaksa naik ke atas panggung ketika naik dan menerima penghargaan ia masih
bisa menjaga perasaan nya namun ketika ia mendapat kesempatan untuk berbicara
ia tak kuasa menahan tetes air matanya ia pun membacakan sebuah puisi tentang
ibu dengan tetesan air mata yang tak kunjung berhenti dan suara yang menderu
puisi yang sangat luar biasa karna di bacakan dari lubuj hatu yang paling dalam
dan mendapat standing applause yang sangat luar biasa dari orang orang yang
hadir di acara tersebut
0 komentar:
Posting Komentar